0 3 min 12 bulan
5 / 100

Beritakampus.id – Manado, Juru bicara Partai Perindo Yerry Tawalujan mengimbau Pemerintah agar menjamin ketersediaan bahan pangan (sembako) dan kestabilan harga menjelang bulan Ramadhan 1444 Hijriah yang tinggal sepekan lagi.

Pasalnya, harga sejumlah sembako seperti telur, daging ayam, daging sapi, minyak goreng sampai cabai merah dan cabai rawit, di beberapa daerah sudah merangkak naik.

Yerry Tawalujan membeberkan bahwa data yang diperoleh dari hasil pantauan langsung Partai Perindo di Pasar Basah Rawabadak Tanjung Priok menunjukkan harga telur ayam yang biasanya Rp25.000 per kg naik menjadi Rp. 28.500 per kg.

Begitu pun dengan harga daging ayam potong utuh per ekor yang biasanya Rp30.000 sekarang naik menjadi Rp. 37.500.

“Padahal ini baru menjelang bulan puasa Ramadhan 1444 Hijriah,” jelas putra asli Minahasa, Sulawesi Utara ini pada 14 Maret 2023.

Di Manado, kata dia, berdasarkan laporan langsung dari kader Partai Perindo di lapangan menunjukkan bahwa harga daging ayam yang biasanya Rp33.500 per kg sekarang dijual Rp38.000 sampai Rp40.000 per kg.

“Telur ayam biasanya dijual satu baki kurang lebih 1,5 kg seharga Rp. 50.000 sekarang menjadi Rp. 55.000,” bebernya.

Menurut Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesra Yerry Tawalujan, kenaikan harga sembako sebenarnya tetap dapat dikendalikan meski ada mekanisme pasar dimana permintaan tinggi dan ketersediaan barang sedikit akan berakibat naiknya harga.

“Di pasar kan ada hukum supply and demand. Jika supply rendah demand tinggi maka harga naik. Disinilah peran Pemerintah untuk menjamin supply, ketersediaan bahan pangan,” ujarnya.

“Distribusi bahan pangan harus lancar. Karena pasti menjelang puasa apalagi Lebaran permintaan barang akan tinggi,” sambungnya menjelaskan.

Partai Perindo, lanjutnya, sangat yakin Pemerintah sanggup menekan kenaikan harga agar tidak terlalu memberatkan rakyat asalkan gencar melakukan upaya-upaya positif.

“Pastikan ketersediaan pangan, rajin turun ke lapangan mengecek harga, bertindak tegas kepada para pedagang atau distributor yang memainkan harga atau menimbun barang, dan rajin lakukan operasi pasar,” tegas Yerry Tawalujan.

Sebelumnya, Yerry Tawalujan menyoroti kinerja Kementerian-kementerian yang mengurus harga bahan pangan dan hasil pertanian.

Dia berpendapat, peringatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kementerian terkait cepat menyikapi potensi kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok beberapa waktu lalu, seharusnya disikapi secara sigap.

“Para menteri yang terkait dengan penanganan harga bahan pokok jangan kalah dengan kesigapan Presiden,” tegas Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Yerry Tawalujan kepada wartawan.

Menurut Yerry, seharusnya para menteri tersebut membantu Presiden untuk dapat menstabilkan harga, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.

Seharusnya, Kementerian terkait sudah punya solusi untuk menangani setiap kali ada lonjakan harga bahan pangan atau kelangkaan pasokan.

“Sehingga pada saat ada gejala kelangkaan pasokan atau lonjakan kenaikan harga, solusinya langsung ada. Bukan nanti ada kenaikan baru bergerak,” ujar Yerry, menjelaskan.

“Jangan tunggu masalah berlarut-larut seperti ini. Rakyat sudah berminggu-minggu teriak harga beras dan minyak goreng naik, baru dicarikan solusinya. Harusnya solusi sudah dipikirkan untuk antisipasi terjadinya masalah,” jelas Yerry.

Dia menambahkan, dalam kondisi harga sembako yang naik dan langka, Pemerintah perlu memperbanyak operasi pasar dan memperbaiki alur distribusi pangan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *